“Belajar hal-hal baik dan positif itu bisa pada siapa saja, asalkan kita mau melihat dengan jeli dan rendah hati.” – Mas Redjo
…
Pagi ini saya belajar dari tukang kerupuk agar kita jeli menyiasati persoalan hidup ini.
Tidak harus malu, gengsi, apalagi meremehkan orang lain agar tidak permalukan diri sendiri. Sekaligus mengkerdilkan diri, kita ibarat katak dalam tempurung!
Sejatinya, sederhana atau rumitnya suatu persoalan itu sepenuhnya bergantung pada kita untuk melihat dengan jernih dan menyikapinya.
Awalnya adalah harga kebutuhan bahan makanan yang naik tidak terkendali, padahal daya beli masyarakat sedang anjlog ke titik nadir.
Tidak aneh, jika produsen latah ikut-ikutan menyesuaikan harga agar tidak ‘buntung’ alias merugi.
Berbeda dengan tukang kerupuk, NM yang biasa mengambil kerupuk matang dari Bos.
NM segera banting stir. Selama ini ia menjual kerupuk kaleng, lalu menjual kerupuk kemasan plastik.
Alasan NM sederhana. Kerupuk kaleng dari Bos perpis modalnya Rp 2.000,- lalu warung itu menjual Rp 3.000,- Hal itu disepakai oleh grup produsen kerupuk. Jika melanggar ketentuan dan ketahuan menjual tidak sesuai harga yang disepakati, produsen itu dikenakan sangsi dan didenda!
“Ketimbang mengeluh, lebih bijak, jika kita berani berubah untuk jadi baik. Saya tidak jualan kerupuk kaleng lagi, tapi yang kemasan,” wajah NM berseri.
Ia minta ke Bos untuk digorengkan kerupuk kalengan, tapi yang kecil. Karena mau dikemas sendiri untuk dititipkan ke pasar dan warungan. Jika dari Bos perpis Rp 2.000,- Ia menjual perbungkus isi 8 pis seharga Rp 4.000,-
“Puji Tuhan, kerupuk saya diterima pasar,” NM tidak henti mengucap syukur. Dari beli plastik kiloan itu, kini NM membeli perbal. Bahkan perminggu belanja hingga 75 kg.
“Jika Tuhan berkenan, Minggu depan saya mau goreng sendiri. Tapi mentahnya tetap dari Bos,” tambah NM sambil menyeruput kopinya.
Saya tersenyum dan terharu. NM tidak melupakan jasa dan kebaikan Bos. Bagai kacang yang tidak lupa kulitnya. Renyah dan tidak berubah.
Kerendahan hati NM yang sungguh membumi. Semoga NM makin berlimpah anugerah-Nya!
…
Mas Redjo

