“Keagungan sejati tersembunyi dalam kasih yang rendah hati.”
Melalui Nabi Yesaya, Allah berbicara tegas, tapi penuh harapan: “Basuhlah dirimu, bersihkanlah dirimu… berhentilah berbuat jahat, dan belajarlah berbuat baik.”
Allah tidak puas dengan ibadah lahiriah tanpa pertobatan batin. Ia menghendaki hati yang dibaharui. Ia rindu melihat kami membela yang lemah, memperhatikan yang tersisih, dan berlaku adil.
Dalam Injil, Yesus mengakui otoritas para ahli Taurat dan orang Farisi, tapi Ia menyingkapkan bahaya kesombongan rohani. Mereka meletakkan beban berat di pundak orang lain, tapi tidak mau menyentuhnya. Mereka senang dihormati, dipanggil ‘Rabi’, dan duduk di tempat terhormat.
Bapa, betapa mudah ego itu jadi beban berat yang menempel di punggung kami, karena kami selalu lapar akan pengakuan dan haus akan pujian. Sungguh, betapa melelahkannya hidup seperti itu!
Yesus menunjukkan jalan yang berbeda: “Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia jadi pelayanmu.” Kerendahan hati itu bukan rasa rendah diri, melainkan pembebasan. Karena kami sadar: Engkaulah Allah, bukan kami.
Bapa, mungkin ada di antara kami yang masih menyimpan rasa malu atas dosa masa lalu. Kami sudah mengaku dosa, tapi tetap mengingat-ingatnya. Kami percaya Engkau mengampuni, tapi sulit mengampuni diri sendiri.
Utuslah Roh Kudus-Mu agar kami mengalami kasih-Mu sebagai Bapa.
Teguhkan iman kami melalui sabda-Mu, agar kami, meski belum pandai, kami tidak memberi ruang bagi dusta si jahat. Ajarlah kami bersukacita, ketika Engkau bersukacita; Surga bersorak, ketika satu orang berdosa bertobat.
Di masa Prapaskah ini, perdalam pertobatan kami dan perdalam juga sukacita kami.
Tolong kami tidak hanya sekadar berhenti berbuat jahat, tapi sungguh belajar berbuat baik
mendoakan orang yang kami abaikan, mengasihi mereka yang paling sedikit kami pedulikan, dan
melayani tanpa perlu dikenal.
Biarlah kerendahan hati ini mengangkat kami, pengampunan yang membebaskan, dan kasih jadi identitas kami.
Kami berdoa demi Kristus Tuhan kami, yang telah merendahkan diri-Nya untuk meninggikan kami.
Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

