| Red-Joss.com | “Kesombongan itu mendatangkan penderitaan, tapi kerendahan hati memberikan berkat.” Pertanyaan, apa itu rendah hati dan mengapa kita tidak boleh sombong?
Seorang psikolog, Alfred Adler mengatakan, bahwa kesombongan itu pada dasarnya merupakan sikap mengutamakan diri sendiri.
Hukum atau ajaran agama memposisikan kesombongan itu sebagai awal dari dosa. Dosa muncul, karena manusia terlalu mengagungkan ke-aku-annya. Misalnya, orang yang merasa dirinya paling benar, hebat, suci, berkuasa, dan seterusnya.
Hasilnya, kesombongan itu mendatangkan dosa bagi dirinya dan memberikan dampak negatif bagi orang lain. Lawan dari kesombongan adalah sikap rendah hati.
Kita mencontoh sikap rendah hati dari Yohanes Pembaptis. Ia tidak sombong. Ketika ditanya tentang dirinya, Yohanes menjawab, “Aku bukan Mesias. Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun. Luruskanlah jalan bagi Tuhan.” Yohanes memberikan kesaksian tentang dirinya, karena ia sadar dan tahu siapa dirinya itu: ia adalah utusan yang mempersiapkan jalab untuk seorang yang lebih agung dan besar, yaitu Yesus Kristus. Karena sikapnya itu, Yohanes Pembaptis juga disebut sebagai orang yang besar.
Mari kita belajar untuk menyadari dan mengenali diri sendiri agar tidak menderita, karena tinggi hati dan sombong.
Sesungguhnya orang sombong akan kehilangan banyak hal dalam hidup, tapi orang yang rendah hati akan berkelimpahan berkat.
Jadilah rendah hati dan saluran berkat Allah!
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

