“Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia jadi pelayanmu” (Mat 23: 11).
Yesus mengingatkan murid-murid-Nya untuk tidak meniru para ahli Taurat dan orang Farisi yang suka mencari penghormatan. Mereka mengajarkan hukum, tapi tidak menjalankannya dengan rendah hati.
Yesus menegaskan, bahwa kebesaran sejati ada dalam sikap melayani, bukan dalam mencari kehormatan duniawi. Seperti yang dilakukan oleh Rut. Dalam kerendahan hati dan kesetiaan Rut yang mendatangkan berkat bagi dirinya dan orang-orang yang dia kasihi. Tuhan mengangkatnya jadi bagian dari rencana keselamatan-Nya (lih Rut 2: 13-17).
Oleh karena itu, kita diajak untuk melayani dengan hati yang tulus, tanpa keinginan untuk mendapatkan penghormatan atau pujian, karena jabatan atau status tidak menentukan nilai seseorang di hadapan Tuhan. Sikap yang penuh rendah hati, kasih dan pengabdian. Siapa pun itu akan ditinggikan oleh Tuhan.
Mari kita belajar jadi pelayan sejati, seperti Yesus yang datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani.
Fr. Laurensius Maria, CSE
Sabtu, 23 Agustus 2025
Rut 2: 1-3.8-11; 4: 13-17 Mzm 128: 1-5 Mat 23: 1-12
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

