Injil hari ini menuturkan peristiwa kelahiran Yohanes Pembaptis. Kisah ini bukan hanya sekadar narasi tentang kelahiran seorang bayi, melainkan lebih jauh mengungkapkan rencana ajaib Allah dan bagaimana kepatuhan serta iman dapat membuahkan kesaksian yang kuat bagi orang lain.
Ketika Zakaria yang telah dibuat bisu, karena ketidakpercayaannya itu menulis, “Namanya adalah Yohanes,” seketika dia dapat berbicara lagi dan mulai memuji Allah. Tindakan iman ini jadi saksi kepada semua yang hadir, dan berita tentang peristiwa ajaib ini menyebar ke seluruh daerah Yudea, membuat semua yang mendengarnya bertanya-tanya, “Apakah kiranya yang akan terjadi kepada anak ini?”
Hal ini jelas menunjukkan, bahwa tindakan kepercayaan yang tulus dan kepatuhan kepada perintah Tuhan dapat membuahkan hasil yang luar biasa dan jadi kesaksian yang kuat bagi orang lain.
Perikop ini telah memberikan gambaran kepada kita, bahwa Allah memperlihatkan rahmat-Nya yang besar kepada orang-orang yang setia kepada-Nya dalam iman dan kepatuhan. Keluarga kecil ini, yaitu Zakaria, Elisabet, dan Yohanes, masing-masing memainkan peran dalam rencana Allah, dengan kepercayaan dan kepatuhan mereka. Hal ini juga jadi undangan bagi kita untuk bisa lebih mendengarkan dan mematuhi kehendak Tuhan dalam hidup kita.
“Allah Bapa kami, berilah kami kekuatan untuk setia mendengarkan Sabda-Mu dan melaksanakan kehendak-Mu dalam hidup kami sehari-hari. Amin.”
Ziarah Batin

