Fr. M. Christoforus, BHK
“Rekonsiliasi adalah sebuah tindakan dan bukan sebuah mimpi.”
(Anonim)
…
| Red-Joss.com | Fakta historis peradaban umat manusia, tidaklah luput dari suatu kesalahan, kekeliruan, kesesatan atau pun keteledoran. ‘Errare humanum est’, kekeliruan adalah sifat khas manusia, kata orang Latin.
Tulisan ini, terinspirasi oleh sebuah berita di harian Kompas, Rabu, 21/6/2023, kolom Politik dan Hukum, berjudul, “Mimpi Rekonsiliasi Para Pemimpin Negeri.” Di dalamnya ditulis tentang cita-cita mantan Presiden SBY lewat akun Twitternya, Senin, 19/6/2023, berisi mimpinya, kerinduannya untuk bertemu antara mantan Preseden ke-5 RI Megawati Sukarno Putri, Presiden ke-6 RI SBY, dan Presiden ke-7 RI Jokowi. Mimpi itu pun ditanggapi positif oleh Ketua DPR RI Puan Maharani dan juga oleh Presiden Jokowi.
Apa itu rekonsiliasi? Rekonsiliasi adalah sebuah tindakan nyata. Tindakan ini, bertolak dari kesadaran yang kemudian diwujudkan lewat sebuah tindakan nyata.
Secara etimologis, rekonsiliasi berasal dari kata Latin, ‘Reconsiliare‘ bermaknakan, menyatukan lagi, mendapatkan kembali, menang lagi, dan mendamaikan.
Jadi, dapat disimpulkan, bahwa di dalamnya, terkandung setidaknya ada dua aspek:
Pertama, ada tindakan untuk memulihkan hubungan persahabatan.
Kedua, ada aksi riil untuk menyelesaikan perbedaan.
Sejatinya sebagai warga negara dan anak bangsa besar ini, kita mendukung mimpi sang mantan Presiden ke-6 RI ini. Sungguh bernasib baik bangsa kita, seandainya mimpi ini, kelak menjadi sebuah kenyataan di lapangan. Seperti respons positif yang sudah diekspresikan oleh dua petinggi bangsa kita, Presiden Jokowi dan Ketua DPR Puan Maharani.
Bukankah cita-cita luhur, yang walaupun masih berupa coret-coret di dedaunan teknologi ini, sudah merupakan hasil refleksi dari sang pemimpin kita.
Di balik mimpi indah ini, sebetulnya terkandung sebuah harapan akan adanya perdamaian di antara para elite bangsa. “Setidaknya, rekonsiliasi para tokoh bangsa, tak terkecuali Yudhoyono dan Megawati, menjadi penting bagi pembelajaran politik ke depan,” demikian pendapat Aditya Perdana, Pengajar Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UI.
Selaku anak bangsa dan sebagai kaum beriman, kita menyambut baik cita-cita mulia untuk berekonsiliasi.
Semoga, mimpi itu menjadi kenyataan!
…
Kediri, 22 Juni 2023
…
Foto Ilustrasi: Istimewa

