Oleh: Fr. M. Christotorus, BHK
“Kasih adalah Ibunda dari sang kebijaksanaan”
(Amanat Kesadaran Sejati)
Vitalnya Air di Dalam Kehidupan
‘Air’ yang jernih dan sejuk itu, dengan segala kelimpahan serta sejuta manfaatnya, sudah tidak diragukan lagi, bahwa ia merupakan sarana hidup yang sangat vital. Di mana dan kapan saja, semua makhluk hidup pasti membutuhkan air. Ketiga makhluk ciptaan Tuhan (manusia, tumbuhan, dan binatang) pun mutlak membutuhkan air. Tanpa air, maka ketiganya akan segera musnah.
Peran Air Berdasarkan Tradisi Filosofi dan Spiritual
- Dalam tradisi filsafat Yunani kuno, air itu dipandang sebagai satu dari empat elemen dasar yang membentuk alam semesta, bersama dengan tanah, udara, dan api.
- Dalam tradisi spiritual, air itu sebagai simbol kehidupan, kesuburan, pembersihan, penyucian, dan spiritualitas.
- Dalam tradisi filsafat Timur, air itu dikaitkan dengan konsep ‘yin’ (kekuatan femininum), yang menyimbolkan penerimaan, kelembutan, dan kesabaran.
- Dalam bidang psikologi, air itu menyimbolkan alam bawah sadar, emosi, dan intuisi.
Siapakah Sang Pembuka Keran Air?
Dalam tulisan refleksi ini, sesungguhnya, siapakah si Pembuka keran air itu?
Air, hanya akan tetap tersimpan di dalam pipa, jika tidak ada tangan yang akan membuka kerannya. Jadi, air hanya akan terpancar ke luar, jika ada tangan yang membuka keran itu.
Secara rohani dan spiritual, si Pembuka keran itu ialah Tuhan, Sang Pemberi rahmat berlimpah itu. Dialah yang berkuasa dan sesuai rencana serta kehendak-Nya yang akan membuka aliran air rahmat bagi kita manusia.
Lewat tindakan kasih dan kebaikan-Nya, maka dicurahkan-Nya air rahmat kepada setiap manusia sesuai dengan rencana serta kehendak bebas-Nya. Itulah yang disebut ‘gratia dei’.
Inilah Aliran Air Rahmat yang telah Kita Terima
- Sakramen Baptis, lewat Sakramen Baptis, kita diterima sebagai warga kerajaannya Allah.
- Yesus Kristus yang adalah Sumber Air Hidup itu.
- Roh Kudus, yang setia membimbing dan menuntun langkah hidup kita.
- Firman Tuhan, sebagai sumber yang menegukan iman kita.
- Ekaristi Kudus, sebagai santapan jiwa kita.
Refleksi
“Maka, pantaskah kita, untuk menerima aliran air rahmat dan kasih dari tangan Tuhan?
“Deus Caritas est”
(Allah adalah Kasih)
Kediri, 11 Desember 2025

