“Biasa saja dan bukan siapa-siapa, juga bukan akhir segalanya. Justru dalam banyak hal yang sederhana itu kita bisa merayakannya.” – Rio, Scj.
…
| Red-Joss.com | Jika pada akhirnya kehidupan menjadikan kita orang yang biasa dan bukan siapa-siapa itu tidak apa-apa. Kita masih bisa merayakan banyak hal sederhana. Misalnya ngopi di pinggir jalan, makan pagi di bawah jembatan. Atau sekadar jalan-jalan tanpa tujuan, menikmati hijau sesawahan milik orang.
Sudahlah, kebih bijak dikerjakan, dijalani, dinikmati, diikhlaskan, dan disyukuri. Jikapun kita mengeluh itu secukupnya, dan seandainya kecewa juga tidak berlama-lama.
Sesungguhnya yang gagal itu bukan hidup ini, melainkan rencana kita. Hidup ini adalah kesempatan yang dianugerahkan Tuhan agar kita bertumbuh dalam kasih-Nya.
Hidup ini tidak soal mati-matian yang diperjuangkan. Tidak pula sebatas memikirkan tentang keberhasilan. Lebih dari itu, yang tidak kalah penting adalah hidup itu tentang menerima, mengikhlaskan, kekalahan, kegagalan, dan kehilangan. Karena tidak setiap benih yang kita tabur itu jatuh di tanah yang subur.
Tetaplah semangat, meskipun tidak akan membuat kita jadi hebat. Tapi setidaknya bisa membantu kita bertahan di saat banyak hal sedang berantakan.
Tetaplah bertahan di tengah carut marut keadaan, karena tidak ada yang tahu sewaktu-waktu hal yang menggembirakan itu datang pada kita.
Tetaplah bersyukur dalam banyak hal dengan hidup yang tak bisa dihitung, dibandingkan, dan diukur.
Selalu mensyukuri realita dan berterima kasih pada-Nya agar kita bahagia.
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj

