Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Tuhan berbisik dalam kegembiraan kita, Dia berbicara dalam nurani kita, dan Dia berteriak dalam kesakitan kita”
(C.S. Lewis)
Konsep: Trikotomi / Triparti / Tridatu
Dalam tradisi hidup manusia, baik secara “filosofis, spiritual, dan teologis” dideskripsikan, bahwa terdapat ‘konsep kesatuan utuh total antara: tubuh, jiwa, dan roh di dalam diri seorang manusia.’
Hal ini dapat dikatakan, bahwa antara tubuh, jiwa, dan roh manusia terdapat satu-kesatuan utuh total dan bukan sebagai dualisme.
(1) Tubuh (soma): aspek fisik / ragawi manusia.
(2) Jiwa (psyche): aspek mental / emosi manusia.
(3) Roh (spirit): aspek spiritual / transeden.
Mari Cermati Kisah ini!
Bocah Roberto Salazar (6), sangat jarang menangis. Ia menderita penyakit langka, yaitu ‘hereditary sensory and autonomic nauropathy’ (penyakit ini membuat orang tidak bisa merasa sakit).
Suatu hari, pasien ini sempat menggigit lidahnya hingga putus, namun ia tidak merasa sakit. Hal ini mau menggambarkan, bahwa secara fisik, pasien ini tidak merasa sakit. Itulah sakit secara fisik.
Apakah Arti dan Makna Hidup ini
Adapun fokus dan sentral dari tulisan reflektif ini, justru mau menyoroti “arti dan makna dari rasa sakit secara filosofis, emosional, serta eksistensial.”
Hal ini dapat terejahwantah semisal di saat manusia:
- Gagal meraih tujuan hidupnya.
- Putus cinta serta kehilangan.
- Kesepian serta isolasi sosial.
- Krisis kehilangan orientasi hidup.
Pandangan Filosofis tentang Rasa Sakit
Secara Filosofis terdapat beberapa pandangan ‘tentang rasa sakit’ dalam hidup ini.
- Pandangan Eksistensial: suatu keadaan (rasa sakit), sebagai bagian dari kebebasan dan tanggung jawab manusiawi untuk boleh mengalaminya.
- Buddhisme: rasa sakit (dukkha), sebagai bagian tidak terpisahkan dari realitas kehidupan.
- Pandangan Psikoanalisis: rasa sakit pun dapat jadi katalis untuk memahami diri sendiri dan orang lain.
Di sisi yang lain, rasa sakit ini pun dapat membuka pintu kesadaran manusia demi:
- Meningkatkan rasa empati kita kepada sesama.
- Menemukan arti dan makna hidup yang lebih dalam.
- Mengembangkan kekuatan dan ketahanan diri dalam hidup ini.
(Dari Aneka Sumber)
Refleksi
- Dalam konteks rohani dan spiritual, inilah kesempatan bagi Anda dan saya untuk boleh memikul beban salib hidup.
- Inilah kesempatan terbaik bagi Anda untuk menguji kekuatan dan daya tahan mental serta spiritual Anda.
- Ternyata, Tuhan pun bisa berteriak sangat keras ke telinga iman dan kesadaran Anda, di saat Anda boleh menderita sakit.
“Vivere Militare est”
“Hidup adalah Perjuangan”
(Seneca)
Kediri, 18 Maret 2026

