Tidak ada orang yang sempurna itu pasti. Kita semua seperti ‘bejana tanah liat’ yang mudah rapuh dan rentan. Jika hanya mengandalkan kemampuan sendiri itu kita tidak sanggup. Apabila kita hanya fokus pada persoalan yang dijumpai itu adalah jalan buntu. Kita bisa, karena Tuhan. Sebab itu, Paulus meminta kita untuk tidak fokus pada persoalan, tapi pada Tuhan. Dengan fokus pada Tuhan, kita akan melihat, bahwa persoalan yang kita hadapi itu tidak besar.
“Karena kami tahu, bahwa la yang telah membangkitkan Tuhan Yesus, akan membangkitkan kami juga bersama Yesus. la akan menghadapkan kami bersama kamu kepada diri-Nya”
Banyak masalah yang kita hadapi merupakan akibat dari keputusan dan tindakan kita sendiri. Maka, tidak perlu menyalahkan orang Iain. Yang perlu kita lakukan adalah introspeksi diri.
Yesus menekankan, bahwa niat di balik tindakan itu sangat penting. Jika niat kita baik, tindakan kita akan mencerminkan kebaikan tersebut. Sebaliknya, niat yang buruk akan menghasilkan tindakan yang negatif dan dapat membawa masalah bagi diri kita sendiri dan orang lain. Hal ini mengingatkan kita, bahwa kebaikan yang sejati dimulai dari dalam hati dan pikiran. Yesus bahkan menyarankan untuk mengambil langkah-langkah radikal, jika diperlukan untuk menghindari masalah.
“Ya, Tuhan Yang Maha Kuasa, bimbinglah kami untuk tidak terjebak dalam persoalan-persoalan dunia ini, tapi fokus pada kekuatan-Mu yang mampu mengatasi segala sesuatu. Amin.”
Ziarah Batin

