Saya lelah sore ini, baru pulang dari kampus.
Tetapi saya tetap ingin berbagi pengalaman ini dengan para sahabat.
Pernah secara tidak terduga saya ditawari oleh Head Hunter, pencari tenaga kerja untuk posisi ‘Man Power Manager’, disalah satu telekomunikasi dengan tugas utama menata tenaga kerja agar tidak terjadi ‘overlapping’ atau tumpang tindih.
‘Overlapping’ artinya, bila dua tugas atau lebih dikerjakan oleh satu orang, ‘ngrangkep’. Misalnya Sie Liturgi merangkap Prodiakon.
Target di dunia usaha memang efesiensi, mengurangi cost. Banyak usaha saat ini yg melakukan ‘Pendi’ dan ‘lay-off’.
Dapatkah prinsip ‘ngrangkep’ jabatan di dunia pelayanan dengan tujuan efisiensi, lewat membatasi umat untuk terlibat?
Spirit pelayanan itu justru bukan efisiensi, tetapi berusaha agar makin banyak umat terlibat agar komunitas makin hidup.
Ketika keterlibatan umat dalam komunitas dibuntu, maka sifat di komunitas itu menjadi seperti bisnis, walau wajahnya rohani
Maka baiknya tidak dihidupkan budaya ‘overlapping’ dalam dunia pelayanan.
Salam sehat.
…
Jlitheng

