| Red-Joss.com | Aku ini hanya sebatang pensil, yang sedang dipakai oleh Dia untuk menuliskan pesan, bahwa: “Kata-kata ramah itu singkat dan mudah diucapkan, namun gaungnya benar-benar tiada berakhir.”
Mari kita lakukan!
Upah kita adalah, ketika berperilaku ramah kepada orang lain, kita melakukannya secara cuma-cuma dan kita tidak menggunakan hak yang kita punya untuk mendapat balasan, karena kita dapatnya juga cuma-cuma.
Ternyata ramah itu produk dari hikmat dan pengertian. Ramah juga bukan sekadar saran, tapi perintah. “An order!” Wajib dilaksanakan dalam proses hidup beriman, dengan hidup ramah dan lembut hati, seperti Allah kepada manusia.
Ramah dan bertenggang rasa adalah hikmat yang menjadikan seorang mudah diterima banyak orang. Dia tidak pernah bahagia, karena menghakimi atau menyudutkan orang lain, dengan cara apa pun. Sebaliknya, dia mau menerima perbedaan, sehingga kehadirannya dinanti banyak orang.
Ramah itu memang biasa, tidak mengundang decak kagum, tapi dapat jadi daya pikat yang kuat bagi orang lain untuk mendekat kepada Sang Pencipta.
Ramah itu hikmat.
Salam sehat berlimpah berkat.
…
Jlitheng

