Mereka sedang menebarkan jala di danau. Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia” (Mark 1: 16b-17).
…
Simon, Andreas, Yakobus, dan Yohanes sedang dalam keseharian mereka sebagai penjala ikan: menebarkan jala ke danau, membereskan jala dalam perahu. Semuanya serba biasa, dab tidak ada yang istimewa. Dalam saat dan situasi yang seperti itu, Yesus datang dan berkata, “Mari, ikutlah Aku!”
Yesus datang dengan cara biasa: berjalan kaki, sebagai seorang manusia, dengan bahasa manusia sehari-hari. Dalam segala sesuatu yang serba biasa itulah, Yesus menyapa dan menawarkan suatu permata yang sangat indah dan tidak ternilai: rahmat panggilan, panggilan untuk mengikuti Dia, dan menyelamatkan jiwa-jiwa.
Sampai detik ini Yesus tetap berjalan di tengah keseharian kita, manusia. Ia juga tetap memilih dan memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya untuk mengikuti-Nya dan menyelamatkan jiwa-jiwa.
“Apakah Anda termasuk orang yang dipilih dan dipanggil-Nya?”
Jangan terburu-buru mengatakan: tidak! Tapi masuklah ke dalam keheningan hati Anda: Adakah sebersit kerinduan untuk mencintai Dia secara total? Adakah keinginan untuk mengabdikan diri kepada-Nya dan menyelamatkan jiwa-jiwa?
Jangan mematikan kerinduan-kerinduan ini, walaupun mungkin Anda belum bisa langsung meninggalkan ‘ayah, jala, perahu’. Anda saat ini, tapi bawalah semuanya kepada-Nya dalam doa; antara lain: doa penyerahan.
…
Sr. M. Andrea, P.Karm
Senin, 13 Januari 2025
Ibr 1: 1-6 Mzm 97: 1-2.6-7.9 Mrk 1: 14-20
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
http://www.renunganpkarmcse.com

