“Kasih yang melampaui batas bukan kekuatan manusia, tapi itu kehidupan Ilahi di dalam kita. Saat kasih terasa mustahil, di situlah rahmat mulai bekerja.”
Dalam Kitab Ulangan, Allah menegaskan, bahwa kami adalah umat kesayangan-Nya, yang dipanggil untuk hidup menurut jalan-Nya dengan segenap hati.
Pemazmur mengingatkan kami, bahwa kebahagiaan sejati ada dalam ketaatan kepada-Nya.
Lalu Yesus membawa kami lebih dalam lagi: “Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.” Tuhan, ini melampaui kemampuan manusia. Engkau memerintahkan kami untuk mengampuni: segera, berulang kali, bahkan tujuh puluh kali tujuh. Dengan kemurahan hati seperti Bapa yang menyambut anak yang hilang, bahkan saat kami sedang diperlakukan tidak adil, dan tanpa permintaan maaf.
Mengampuni seperti itu jelas Ilahi.
Engkau tidak mungkin memerintahkan sesuatu tanpa memberi rahmat untuk melakukannya.
Roh Kudus tinggal dalam diri kami. Roh yang sama yang mengampuni dari atas salib hidup di hati kami. Yesus bukan hanya mengajarkan kasih ini. Ia meneladankannya. Ketika Petrus menyangkal-Nya, Yesus memandangnya dengan kasih yang memulihkan. Saat dipaku di salib, Ia tetap berdoa bagi para algojo-Nya.
Ketika Engkau berkata, “Hendaklah kamu sempurna.” Engkau tidak menuntut kesempurnaan tanpa cela. Engkau mengundang kami untuk memenuhi tujuan penciptaan kami: mengasihi tanpa pamrih seperti Bapa yang menerbitkan Matahari bagi orang benar dan orang jahat.
Mungkin orang yang kita sebut ‘musuh’ justru menyingkapkan kesombongan atau luka kita sendiri.
Mungkin dalam mengampuni, justru hati kita yang disembuhkan.
Dengan iman, kami mengambil keputusan: “Dalam kuasa Yesus Kristus, kami memilih mengampuni.” Walau perasaan belum berubah, luka masih terasa, dan kami memilih bekerja sama dengan rahmat-Mu.
Roh Kudus, lembutkan hati kami. Ajarkan kami mengasihi melampaui kenyamanan, berdoa melampaui kepahitan, dan jadikan kami cerminan hati Bapa.
Yesus, teguhkan dan kuatkan kami agar jadi pancaran belas kasih-Mu. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

