Red-Joss.com – Pengalaman sukacita para gembala dirayakan dengan asyik dan menyentuh rasa, lewat permenungan ‘Advent ke 4’. Gembala berbahagia sebab merasa diterima, ‘ono ajine’ dan aman.
Pengalaman berharga dan diakui peserta ibadat diraih lewat cara-cara yg sifatnya Natali banget. Membuat anak kecil yang ditolong merasa plong, tidak was-was. Seorang sahabat merasa diakui saat uluran tangannya diterima. Umat merasa berarti karena kerelaan anggotanya yang bersedia mengabdi.
“Kita memang harus bersikap seperti gembala itu. Setelah menerima khabar sukacita dari malaikat, bersedia jadi pemberita apa yang telah kita dengar dan kita lihat”. Dengan kata lain, berani jadi mercusuar sukacita bagi sesama.
Melalui Perayaan Natal ini, kita diingatkan lagi pada kebutuhan hakiki sebagai manusia, yakni merasa diterima, merasa penting dan merasa aman. Itulah yang dicari setiap manusia sampai hari ini. “Tetapi cara harus dirubah.“
Selama ini, manusia berpikir lewat prestasi kerja, uang, jadi orang penting, tenar, mereka akan bisa diterima, merasa berarti dan merasa aman, tetapi ternyata yang mereka dapat kehampaan.
Lewat peristiwa palungan, para gembala lahir menjadi manusia baru, dibebaskan dari stigma najis, tak pantas dan dipinggirkan dengan lahir-Nya Sri Yesus ke dunia. Pesan kesetaraan harkat sangat kuat ditampilkan lewat palungan itu .
Bagaimana dengan kita? Apa arti Natal ini? Marilah kita tidak abai dengan para gembala yang ada di sekitar kita. Menolehlah pasti akan kita lihat!
Gloria in excelsis Deo!
…
Jlitheng

