“Keunggulan itu bukan tentang jadi lebih baik dari orang lain, melainkan jadi lebih baik dari dirimu yang kemarin.”
Kalimat ini mengandung makna mendalam tentang esensi Rabu Abu dan masa Prapaskah. Fokusnya bukan pada kompetisi dengan sesama, melainkan pada metanoia (perubahan hati) yang personal dan konsisten.
Keunggulan sejati yang kita cari dalam Prapaskah ini adalah kemenangan atas diri sendiri. Setiap butir abu mengingatkan, bahwa yang fana itu adalah ego kita, tapi yang abadi adalah pertumbuhan kasih dalam jiwa.
Jadi lebih baik dari “aku yang kemarin” berarti berani mengakui kerapuhan hari ini, untuk kemudian bangkit jadi pribadi yang lebih tulus esok hari. Ini adalah perjalanan panjang: satu langkah kecil setiap harinya untuk menuju keserupaan dengan Kristus yang terus-menerus membarui kita.
Berkah Dalem.
Jlitheng

