Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
Red-Joss.com | “Lebih mudah mengalirkan sungai ke puncak gunung daripada menenteramkan hati remaja yang marah.”
(Petuah agung seorang kaisar Jepang)
Sang Proklamator kita, Ir. Soekarno pernah berujar, โberikan aku sepuluh orang pemuda, maka akan aku guncangkan dunia.โ
Remaja adalah harapan bangsa. Namun, jika hal pembangunan remaja ini kita abaikan, maka akan hancurlah bangsa kita.
Kita tentu, merindukan “remaja yang sehat secara psikologis pun sosial.”
Namun, apa yang terjadi akhir-akhir ini di dunia remaja kita? Perasaan miris bercampur sedih, menyaksikan fenomena kekerasan dunia pelajar yang berujung kematian empat pelajar di Bogor dan Tegal. (Kompas, 15/3/2023 / 13/3/2023).
Quo Vadis Pembangunan Remaja Kita? Ke mana arah dan bagaimana idealnya kita membangun pondasi hidup remaja kita.
Saya jadi teringat akan petuah agung Ki Hajar Dewantara. Pilar utama dan pertama pendidikan anak, ialah aspek keluarga. Selanjutnya, pilar kedua, ialah lingkungan masyarakat/milieu. Pilar ketiga, ialah lembaga sekolah. Ketiga pilar ini perlu bersama bergandeng tangan serta bertanggung jawab mengatasi masalah anak dan remaja.
Pendekatan hukum yang berlaku di dalam negara, masyarakat, dan sekolah memang perlu kita tegakan. Hal ini sebagai suatu efek jera bagi si remaja, karena sudah berani memasuki ranah berkategori kriminal.
Namun, kita perlu mencermati secara luas dan mendalam, karena peristiwa pahit ini, berada di dalam wilayah proses edukasi.
Negara dan bangsa ini perlu bersikap lebih arif untuk memprakktikan pendekatan edukasi yang sangat manusiawi, karena hal ini berhadapan dengan dunia anak dan remaja yang masih labil dan sedang sibuk mencari jati diri. Para bijaksanawan-bijaksanawati berpendapat, sesungguhnya, tidak ada anak yang nakal, yang ada, hanya anak dan remaja yang ketiadaan contoh serta suri teladan baik dari orang dewasa.
Saudaraku, remajamu itu, ibarat sekeping rembulan yang memiliki dua sisi, antara sisi gelap dan sisi terang.
Maka, camkanlah lewat gerbang nuranimu untuk tekun belajar dan memahami keunikan serta pergulatan dunia anak dan remaja kita.
Dampingi dan jadilah sahabat terbaik bagi remajamu sejak dari dapur keluarga.
“Bona culina, bona disciplina” :
“Dari dapur yang baik, datangnya kedisiplinan!”
…
Kediri, 26 Maret 2023
…
Foto ilustrasi: Istimewa

