Kerendahan hati, kesucian, dan ketaatan Bunda Maria telah jadi berkat yang luar biasa bagi Gereja.
Keselamatan dari Tuhan dihadirkan secara nyata dalam keseharian hidup yang nyata. Setiap pribadi dimampukan untuk menghadirkan keselamatan Tuhan dengan sikap yang dihidupi oleh Bunda Maria: rendah hati, suci, dan taat.
Semangat keteladanan Bunda Maria itu juga harus dihidupi di hati kita, dari hari ke hari agar kita pun rendah hati. Masing-masing pribadi mempunyai caranya yang khas dan unik menghidupi sikap-sikap itu lewat panggilan hidup yang telah kita pilih.
Kita tergoda untuk tidak rendah hati, karena ada sifat sombong dalam diri ini. Kita mempunyai potensi untuk jadi pribadi sombong. Sebab ada unsur ‘natural’ dalam diri kita yang tidak mau direndahkan.
Kita tergoda jadi tidak suci, karena ada banyak cara dari si jahat yang membuat kita jatuh ke dalam dosa. Sebab ada unsur ‘natural’ dalam diri kita yang memiliki kecenderungan berbuat dosa.
Kita tergoda jadi tidak taat, karena ada sifat egoisme dalam diri kita. Kita mempunyai bibit untuk jadi egois. Sebab ada unsur ‘natural’ dalam diri kita yang tidak mau diatur, tapi maunya mengatur.
Betapa pun sulit jadi pribadi yang rendah hati, suci, dan taat, tapi kita tidak boleh menyerah. Kita dapat belajar dari pengalaman Bunda Maria, di mana dia mengatakan, “Ecce Ancilla” kepada Tuhan di hadapan Malaikat Gabriel.
Berdoalah kepada Tuhan disaksikan oleh Malaikat pelindung masing-masing untuk hidup dalam kerendahan hati, kesucian, dan ketaatan. Sehingga nikmat keselamatan dari Tuhan bisa dirasakan setiap saat dan setiap hari.
Tuhan Yesus memberkati.
Rm. Petrus Santoso SCJ

