“Hidup bukan hanya belajar dan bertumbuh, melainkan berguna bagi Tuhan dan sesama.” – Rio, Scj.
Hidup itu ibarat sebuah puzzel. Kita tidak akan tahu seperti apa gambar besarnya, jika kita belum menyelesaikannya. Kesabaran, kesetiaan, ketelitian, dan ketekunan untuk menyusun itu kuncinya. Begitu juga hidup, terkadang kita mempunyai banyak rencana, tapi yang terjadi sebaliknya. Terkadang kita terlalu yakin dengan diri kita sendiri, tapi kenapa hasilnya berbeda.
Ketika jalan kita berbelok dari keinginan, sehingga hidup ini membawa kita berubah haluan. Tapi yakinlah itu cara Tuhan untuk menggiring kita ke jalan keberhasilan. Bagi orang beriman hidup itu bukan kebetulan, melainkan ketetapan-Nya. Kalau saat ini kita hidup dalam penantian yang tidak kunjung datang. Kegalauan datang menyerang, dan penolakan yang harus ditelan. Ingat, semua itu tidak akan sia-sia selama kita mengisinya dengan kegembiraan dan sukacita.
Hidup itu bukan hanya sekadar menunggu dan berharap keadaan segera berubah. Kita berharga, dan dianugerahi bakat dan talenta. Ingat, Tuhan memilih orang yang mau, bukan yang mampu. Karena orang yang merasa mampu akan mengendalikan diri sendiri, tapi orang yang mau berusaha dan berjuang itu mengandalkan Tuhan.
Hidup ini bukan hanya sekadar belajar dan bertumbuh, melainkan juga menjadi berguna. Raihlah yang berguna untuk memberi manfaat bagi Tuhan dan sesama.
Kuat dalam hidup itu tidak berarti tiada kegagalan yang menghampiri. Kuat itu tetap berdiri teguh dan sabar dalam menghadapi masalah dan tantangan untuk mencari jalan ke luar, solusinya.
Meski bukan superstar, tapi ingat, bahwa kita istimewa dan berharga di hadapan Tuhan. Dia ingin agar hidup kita berguna bagi keluarga dan sesama. Kita jadi saluran berkat-Nya.
Deo gratias.
Edo/Rio,Scj

