Awalnya kawanan domba itu ada 100. Hidup bersama, setiap hari. Taat digembalakan oleh satu gembala. Terjaga dari hal-hal yang membahayakan. Semuanya hidup dalam harmoni. Semuanya hidup saling menerima dan tanpa pernah menghakimi atau menyakiti.
Tiba-tiba kawanan 100 domba itu tidak lengkap. Ada 1 yang tidak ada di antara kawanan itu. 99 domba itu tidak peduli, mungkin tidak tahu, atau bisa jadi merasa tidak kehilangan.
Ke mana 1 domba itu? Ketika orang sudah bahagia dengan kelompoknya, meski kehilangan satu domba, tidak merasa kehilangan. Mereka mulai tidak peduli. Karena sudah kehilangan kepekaan hati.
Tidak demikian dengan Sang Gembala Agung. Ia gelisah. Lalu, ditinggalkannya yang 99 domba itu untuk mencari 1 domba yang hilang. Terus dicari sampai ketemu untuk diajaknya pulang. Saat dia pulang, ada banyak kisah yang diceritakan selama meninggalkan yang 99 itu. Satu domba yang hilang itu telah belajar banyak.
Refleksi:
Saat ini, banyak sekali domba yang hilang atau mencoba untuk menghilang. Lalu apa yang dilakukan oleh para gembala? Apakah sungguh mencari yang hilang itu?
Mengapa domba-domba itu pergi? Apa sengaja menghilang? Apa mungkin mereka bisa pulang?
Sesungguhnya yang dirasakan Sang Gembala Agung itu hatinya sedih, ketika domba-domba-Nya itu menghilang. Dia berkata, “Cari dan ajak mereka pulang!” Jika mereka pergi, karena terluka, maka Sang Gembala Agung itu akan memulihkan mereka.
Tugas kita adalah mencari mereka yang hilang itu dan mengajaknya pulang!
Rm. Petrus Santoso SCJ

