Zakaria, yang sebelumnya bisu karena ketidakpercayaannya, kini dipenuhi Roh Kudus dan memuji Allah dengan lantang. Pujiannya, yang disebut Benedictus dalam tradisi Gereja, merupakan ungkapan syukur dan iman yang mendalam. Zakaria melihat kelahiran Yohanes, putranya sebagai tanda kesetiaan Allah akan janji-Nya kepada keturunan Daud dan seluruh umat Israel.
Bagi Zakaria dan kita, kelahiran Yohanes Pembaptis adalah bukti, bahwa Allah selalu setia dan tidak pernah meninggalkan umat-Nya, bahkan pada saat-saat tergelap sekalipun. Ia mengirimkan terang-Nya ke dalam dunia untuk menerangi jalan kita dan memberi kita harapan. Yohanes, sang “Nabi dari Yang Maha Tinggi” itu menyiapkan jalan bagi Sang Terang.
Malam hari ini kita merayakan Vigili Natal, menyambut kelahiran Sang Juru Selamat, yang merupakan tanda amat agung pemenuhan janji Allah yang tidak pernah meninggalkan umat-Nya. Biarlah pujian Zakaria mengingatkan kita, bahwa Sang Terang itu sudah datang dan memberi kita harapan, kekuatan, dan keberanian untuk melewati masa-masa kelam. Sang Terang itu adalah tanda Allah yang berkenan melawat umat-Nya dan membawa kelepasan bagi mereka.
“Ya, Bapa, semoga dengan menyongsong kelahiran Putra-Mu, bertambahlah iman, harapan, dan kasih kami kepada-Mu. Semoga damai karena kehadiran Putra-Mu melingkupi kami, keluarga, dunia kami, dan seluruh alam semesta. Amin.”
Ziarah Batin

