“Reaksi kagum atau marah, senang atau suka terhadap kita sangatlah tergantung pada apa yang kita ucapkan dari mulut dan bibir kita; Semakin banyak kata-kata baik nan bijak kita ucapkan, maka semakin besar pujian. Sebaliknya cibiran akan kita terima, karena kata-kata bohong tidak bermakna yang ke luar dari bibir dan mulut kita.”
Banyak orang berminat dan kagum mendengarkan Yesus, karena kata-kata yang terucapkan dari mulut dan bibir-Nya adalah kata-kata yang penuh kuasa, berwibawa, menyatakan kebenaran, menghibur, dan memberkati.
Hari ini kita bertanya diri:
- 1) Pujian atau cibiran terhadapmu itu sangat tergantung pada kata-kata yang diucapkan setiap saat;
- 2) Kata-kata yang terucapkan boleh menipu pendengar, tapi hanya perbuatanlah yang menjelaskan secara benar tentang siapakah kita;
- 3) Apa yang ke luar dari mulut kita adalah produk hati kita. Makin baik dan benar hatimu, maka kian baik juga kata-kata yang terucapkan dari bibirmu. Sebaliknya hati dan pikiran jahat dan kotor hanya menghasilkan kata-kata kotor dan najis pula.
Akhirnya ingatlah, bahwa kata-katamu terangkai dari hasil olahan hati dan pikiranmu.
Monsignor RD Inno Ngutra

