Takut akan Tuhan
Hatiku takut dan jiwaku gemetar
kepada Tuhan karena Ia Maha Pengampun
Tetapi di lindungan tangan-Nya Yang Perkasa
aku menjadi tenang
Aku selalu terpelihara sepanjang hari
Siang-malam langkahku dituntun-Nya
Tidak tersesatlah aku
Aku selalu dipanggil-Nya
Dengan suara-Nya yang nyaring
Pada saat aku berjalan di lembah kelam
Ditunjukkan oleh-Nya aku ke ladang hijau
yang gemericik airnya berlimpah
Dan angin segarnya menyejukkan jiwa
Damailah aku dalam pertobatan
Karena Tuhanku Maha Pengampun
Cinta kasih dan setia-Nya kekal abadi
Sungguh aku tak berkekurangan
dalam naungan kasih setia-Nya
Ya, Tuhan limpahilah aku
dengan ketulusan dan kejujuran hati
Mampukanlah aku untuk berbagi
dengan sesama tanpa ragu
T’rimalah syukurku ya Tuhan
selama-lamanya dan dimuliakanlah
nama-Mu sepanjang segala masa
Tanka:
di kelam malam
jiwa, hati gemetar
sujud menyembah
Tuhan Maha Pengampun
jadi tenang hidupku
sinar sang surya
hangat menerpa bumi
di ladang hijau
hidup melimpah berkat
tak kekurangan aku
siang dan malam
hidup bangkit bertobat
menyangkal diri
tulus jujur meruah
berkat melimpah-ruah
(Wisma doa, Mangkujayan, Widodaren, Gerih, 15 Mei 2023)
Keterangan: Tanka adalah bentuk puisi pendek 5 baris berasal dari Jepang ditulis dengan huruf kecil dan satu dari 3 baris pertama mengandung kigo (penanda musim atau waktu) dengan pola tuang 5,7,5,7,7 suku kata.
…
Foto ilustrasi: Istimewa

