“… adakanlah puasa yang kudus,… kuduskanlah jemaah…” (Yl 2:15-16).
Lirik sebuah lagu sekolah Minggu: “Saya bukan pasukan berjalan, pasukan berkuda, pasukan penembak. Saya tidak menembaki musuh, tapi saya Laskar Kristus.”
Hal itu mengingatkan kita, bahwa perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, melainkan melawan pemerintah, penguasa, dan melawan penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara (Ef 6: 12).
Doa pembukaan Misa (Kolekta) Rabu Abu juga berbicara mengenai peperangan rohani, dan menyebutkan dua senjata yang berguna dalam peperangan ini, yaitu puasa suci dan pengendalian diri:
“Anugerahilah kami, ya Tuhan, yang mengawali perjuangan Kristen dengan puasa suci, agar dalam berperang melawan roh-roh jahat kami diperkuat dengan penyangkalan diri.”
Dua praktik ini (puasa dan pengendalian diri) akan menolong kita untuk bertumbuh dalam kebajikan dan menghindari dosa serta segala situasi yang dapat membawa kita kepada dosa.
Mari mengawali masa Prapaska ini dengan mengingat nasihat lain dari St. Petrus, “Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Lawanlah dia dengan iman yang teguh” (1Ptr 5: 8-9a).
Rm. Mansur Mariam, CSE
Rabu, 05 Maret 2025
Hari Rabu Abu
Yl 2: 12-18 Mzm 51: 3-6.12-14.17 2Kor 5: 20 – 6: 2; Mat 6:1-6.16-18
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
http://www.renunganpkarmcse.com

