“Tinggalkan keamatiran! Kita harus profesional dan melayani dengan hati untuk memberikan yang terbaik dari diri ini!” -Mas Redjo
Membiasakan diri untuk profesional itu yang membuat saya berubah, dan hidup baru. Mulai dari cara berpikir, berperilaku, bersikap, hingga untuk bekerja dengan cerdas.
Jika semula saya bekerja secara pasif, kini jadi aktif. Saya tidak bekerja ala kadarnya, semaunya sendiri, dan menunggu order atau diperintah Bos. Tapi bekerja karena kesadaran dan diingatkan Tuhan, bahwa saya harus berubah untuk hidup baru serta jadi baik.
Perubahan hidup itu dimulai, ketika saya menikah. Saya tidak bisa lagi hidup sesuka hati. Saya harus jadi kepala rumah tangga yang baik dan bertanggung jawab!
Satu persatu dari kebiasaan buruk itu saya buang jauh, untuk diganti dengan hal baik dan positif serta mendisiplinkannya agar saya tidak menunda-nunda pekerjaan. Tapi langsung bekerja dan beraksi agar pekerjaan itu cepat tuntas. Waktu adalah emas, dan harus dikelola dengan bijak.
Untuk memberikan diri yang terbaik pada keluarga itu yang memotivasi saya berubah dari pekerja amatiran jadi profesional. Dari yang semula bersifat menunggu dan pasif, saya jadi aktif, kreatif, dan produktif.
Dari yang semula pemboros, saya hidup berhemat dan rajin ‘pendam duwit’ alias menabung. Kebutuhan dan kepentingan keluarga itu harus di nomorsatukan dan jadi prioritas utama.
Dari yang semula pekerja lepas ke menetap, lalu saya berwirausaha dan mandiri. Saya tidak menunggu pembeli, tapi menyongsong mereka: jemput bola.
Selalu mengedepankan profesionalisme untuk memberikan kualitas pelayanan yang terbaik itu, saya menjawab tantangan dan perubahan zaman.
Hidup untuk memberi adalah solusinya!
Mas Redjo

