“Being aware and accepting.” Rio, Scj.
…
| Red-Joss.com | Masalah adalah bagian dari hidup. Setiap orang pasti mempunyai masalah sendiri-sendiri. Entah karena akibat perbuatannya sendiri, keadaan atau sengaja dibuat sedemikian rupa oleh orang lain. Selama kita masih hidup masalah itu selalu mengintip dan menghampiri. Masalah itu hadir dalam semua aspek kehidupan kita.
Mulai dari kanak-kanak, remaja, dewasa, hingga orangtua. Saat studi, bekerja, saat berelasi, bahkan saat mendekati kematian pun masalah itu masih menghampiri.
Kita larut dalam masalah itu membuat kita jadi frustasi. Jika menghindari masalah itu ciri khas pecundang. Sedang menyalahkan sana-sini itu bukan penyelesaian. Lebih bijak, apa pun masalahnya, jika dihadapi dengan berpikir jernih dan berjiwa besar.
3 hal yang diingat saat masalah itu menghampiri:
Pertama: “Being aware and accepting.” Sadari dan terimalah masalah itu dengan sabar. Sadar diri untuk menerima kenyataan itu langkah benar. Faktanya, kita sering menyalahkan saat masalah itu datang. Boleh menyalahkan diri, keadaan dan orang lain. Tapi hal itu tidak menyelesaian apa pun. Sesungguhnya, ketika kita sadar diri untuk menerima kenyataan, maka hal itu menjadi anak tangga pertama untuk memperbaiki diri, bertobat dan menyelesaikannya.
Kedua: “Do’t forget to be grateful and happy for all the positive things that we have.” Coba lihat seluruh hidup kita hingga saat ini. Ada banyak kebahagiaan, rahmat, berkat, kebaikan, kasih dan sukacita hadir dalam hidup kita.
Ketika saat menghadapi masalah dan fokusnya pada masalah itu, kita lupa dengan semua hal baik dalam hidup kita. Ibarat noda hitam pada selembar kertas putih. Warna putih yang besar dan luas itu kadang tidak terlihat, karena noda hitam itu.
Ketiga: “Develope gratitude and live more happy and fulfilling life.” Perluas dan kembangkan rasa syukur dan penuhilah hidup ini dengan kasih dan sukacita.
Rasa syukur akan membuat kita berani menghadapi masalah hidup. Kasih, damai, dan sukacita akan membuat hidup ini terasa nyaman dan tentram.
Tumbuhkan pengharapan, karena yang mempunyai harapan itu yang akan menemukan jalan. Perkokoh iman, karena hal itu yang akan meringankan beban hidup ini.
Ingat kita tidak sendirian, karena Tuhan turut serta memikul beban hidup kita.
“Datanglah pada-Ku kalian yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberikan kelegaan kepadamu.”
Dengan iman, harapan, dan kasih, kita menerima kenyataan hidup ini penuh syukur dan bahagia.
Deo gratias.
…
Edo/ Rio, Scj

