Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Hidup menjadi sebuah berkat atau pun kutuk, semua bersumber dari dalam hati sang manusia.”
…
| Red-Joss.com | Sang manusia adalah dalang sentral yang meramaikan pentas kehidupan ini. Dialah aktor utama yang memainkan peran besar bagi keberlangsungan hidup sesama manusia.
Maka, berkat atau pun kutuk, hanya bersumber dari dalam nurani manusia.
Hendaklah kita berusaha untuk mendayagunakan seluruh indra sadar kita demi menjadi berkat, bagi sesama!
Matamu, bukan alat untuk menghakimi, melainkan sarana agar peka terhadap sikon hidupmu.
Mulutmu, bukan alat untuk mencaci dan mencerca sesamamu, melainkan sarana untuk mengucapkan hal-hal baik.
Telingamu, bukan alat untuk mendengarkan kejelekan sesamamu, melainkan sarana untuk mendengarkan aneka nasihat baik.
Tanganmu, bukan alat untuk memukul sesamamu, melainkan sarana untuk menolong.
Hidungmu, bukan alat untuk mencium kebusukan sesamamu, melainkan sarana untuk menghirup udara segar.
Jika seluruh indra sadarmu telah digunakan demi kebaikan sesamamu, maka Anda telah menjadi sarana pemberi berkat bagi sesamamu.
Karena bukankah tubuhmu adalah sebuah kemah suci, berupa kharisma besar tiada tara yang Anda terima secara gratis?
Maka, hendaklah seluruh berkat yang telah turun ke atasmu, kelak juga menjadi berkat bagi sesamamu!
Anda pun telah menjadi seorang pribadi paling bermanfaat!
…
Kediri,ย 31ย Januariย 2024

