| Red-Joss.com | Sejak semula, kita dididik untuk menjadi pribadi yang jujur. Kita tidak pernah dididik yang sebaliknya, yaitu menjadi pribadi yang tidak jujur. Mengapa kita yang semula dididik menjadi pribadi yang jujur, lalu berubah menjadi pribadi pembohong?
Satu, karena kita melihat banyak pribadi yang tidak jujur di lingkungan sekitar. Juga ‘virus’ ketidak-jujuran itu mudah menular.
Dua, diberi contoh, bahwa orang-orang di sekitarnya banyak yang tidak jujur. Sampai bingung mencari orang jujur yang ternyata sulit ditemukan
Tiga, dilihat, sepertinya sikap jujur itu hanya ada di buku. Sedang dalam kehidupan sehari-hari, sudah susah ditemukan. Bahkan seperti barang langka.
Empat, sering dikecewakan. Kalau berbicara seperti orang yang paling jujur, tapi kemudian terungkap, yang bersangkutan adalah orang yang tidak jujur alias pembohong besar.
Jika sudah diketahui sebagai pembohong, maka siapa pun akan menilai, bahkan bisa jadi dengan ungkapan-ungkapan yang kasar menyakitkan. Penghakiman massal. Penghakiman oleh netizen.
Sejatinya kita dapat mendidik diri sendiri untuk menjadi pribadi yang jujur. Caranya, lihat kehidupan kita dalam keseharian. Apakah yang kita katakan itu diikuti orang lain? Kalau semuanya tidak mengikuti, bahkan menjauhi kita, bisa jadi selama ini kita banyak berbohong kepada mereka. Sehingga banyak orang yang tidak menyukai kita?
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

