Oleh : Jlitheng
| Red-Joss.com | Ketika ada teman yang mendoakan kami, “Semoga Bapak dan keluarga bahagia.” Saya juga membalas hal yang sama agar paling tidak doa orang itu mulai terkabul, sebab umumnya pribadi bahagia tandanya seperti ini:
- Pribadinya: hangat, penuh perhatian, hormat pada orang lain, dan suka menolong sekitarnya. Misalnya, mendoakan.
- Hidup mereka damai: sebab tidak mau ribet akibat rasa iri dan dengki, serta tidak diisi dengan bisik berbisik, dan menjelek-jelekkan orang lain.
Tiba-tiba saya ingat cerita A de Mello: seekor ular berbisa jatuh ke dalam kolam dan berusaha ke luar, tapi tidak bisa. Lalu muncul kakek dengan tongkatnya mencoba mengeluarkan ular itu. Setiap kali diulurkan tongkat justru ular itu melompat mau menggigit tangan si kakek. Begitu berulang-ulang, lalu ada orang lewat dan berkata: “Dasar kakek bodoh, salah-salah nyawamu yang melayang. Perbuatan sia-sia!”
“Ular memang ditakdirkan untuk menggigit tetapi manusia dicipta untuk menyelamatkan hidup,” jawab si Kakek tenang.
Cerita ini meneguhkan saat kita merasa disakiti, tidak dimengerti, disalahpahami, padahal maksud kita baik.
Mari saling mendoakan agar hati ini tetap tenteram.
Firman Tuhan: โ Doa orang benar bila dengan yakin didoakan sangat besar kuasanyaโ (Yakobus 2: 16b).
Jlitheng

