“Orang yang berbuat curang itu menyulitkan diri sendiri. Tapi orang yang jujur itu meluruskan jalan hidupnya.” -Mas Redjo
…
Jadi pribadi jujur itu tidak mudah, bahkan tantangannya amat besar, berat, dan sulit. Karena berani melawan arus, dimusuhi mereka yang curang, dan bahkan juga siap sedia, jika dikucilkan oleh kaum munafik itu.
Bagaimana tidak. Pribadi jujur itu amat langka, bahkan amat mahal harganya, dibandingkan dengan emas permata atau harga barang antik peninggalan sejarah!
Menurut pemikiran mereka yang biasa berbuat curang, orang jujur itu adalah musuh yang berbahaya dan harus dijauhi, atau dijinakkan untuk dijadikan mitra.
Sebaliknya bagi orang jujur, godaan dan tawaran semanis madu dari mereka yang curang itu harus dicermati dan diwaspadai. Mereka piawai bersandiwara, berkamuflase, dan jeli memasang jerat pencitraan untuk menyerang anggota keluarga guna dijadikan tameng, dikambing-hitamkan, dan bahkan dikorbankan!
Berani bersikap jujur dan benar itu pilihan, karena takut akan Tuhan.
Jika orang yang berbuat curang itu umumnya menghalalkan segala cara dan tipu daya agar jadi kaya raya berlimpah harta. Tapi hatinya selalu was-was, takut, dan tidak tenang. Jika suatu saat, cepat atau lambat kedoknya itu terbuka, dan mencoreng muka jadi aib.
Sedang pribadi jujur itu sadar dan memahami, bahwa berkerja secara benar itu pilihan, sikap hati, dan anugerah Tuhan. Hal ini yang membuat hatinya jadi tentram dan damai.
“Orang jujur dipimpin oleh ketulusannya, tapi pengkhianat dirusak oleh kecurangannya” (Amsal 11: 3).
…
Mas Redjo

