Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Karakter seseorang terlihat dari bagaimana ia memperlakukan mereka yang tidak bisa memberinya apa-apa.”
(Henry Clay)
Rindu Jadi Sosok yang Berintegritas
Kemarin, hari ini, besok, dan bahkan sudah sejak seabad yang lampau, dan di mana pun orang-orang selalu memiliki mimpi serta harapan yang sama, yakni rindu ‘jadi pribadi yang berintegritas.’
Apakah Pribadi Berintegritas itu?
Dalan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), dimaknakan sebagai mutu, sifat, atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi & kemampuan yang memancarkan kewibawaan dan kejujuran sejati. Maka, dapat dikonklusikan, bahwa pribadi yang berintegritas adalah sosok pribadi yang selaras antara tuturan dan perbuatannya di dalam kehidupan ini.
Kesejatian adalah Kunci Utama
Dari mana dan atau lewat gerbang hidup yang mana, sampai seseorang itu dikategorikan sebagai pribadi yang berintegritas? Sesungguhnya Anda dan saya dapat menemukan sosok berintegritas itu lewat suatu pengalaman hidup.
Batu ujiannya justru dapat dinilai, ketika seseorang itu sangat peduli kepada orang-orang lemah yang tidak berdaya, dan bukan kepada atasan ataupun orang kaya. Dia bersikap tanpa pamrih sebagai ekpresi dari kualitas dirinya. Itulah sikap berintegritas sejati. Artinya dia tidak memiliki tuntutan apa pun kepada pihak lain di balik sikap kepeduliannya itu.
Realitas Hidup Kita
Jika kita sungguh menyadari akan realitas hidup ini, apakah di dunia ini, masih adakah sosok pribadi yang sungguh mau bersikap tanpa pamrih? Pribadi yang sangat acuh kepada orang-orang kecil? Karena bukankah sikap kejujuran dan berempati itu adalah pondasi dasar dari kokohnya karakter seseorang?
Mari cermati dengan saksama, pandangilah bagaimana caranya, ketika seseorang itu memperlakukan sesama.
Di sinilah atau lewat realitas inilah, Anda secara transparan dapat menemukan siapakah sejatinya seseorang itu. Apakah dia orang yang sungguh berintegritas ataukah sekadar berkamuflase?
“Maka, jadilah orang baik: ialah sosok pribadi yang tangan kirinya tidak tahu, apa yang dilakukan oleh tangan kanannya!”
Sosok pribadi itulah yang sungguh berintegritas!
Kediri, 30 Juni 2025

