Luk. 5: 12-16
“Popularitas, karena keberhasilan yang diraih menempatkan seseorang di atas puncak pujian dan sanjungan. Bila terlena untuk menikmatinya tanpa menyadari, bahwa kaki masih harus menyentuh tanah, ketika melangkah maka Anda akan dihantar ke tepi jurang kehancuran dan kematian.”
Karena mujizat yang dilakukan-Nya, maka pujian, sanjungan dan bahkan mulai jadi pusat perhatian orang banyak. Yesus memiliki alasan untuk menikmati semua keberhasilan ini, namun Ia memilih untuk mengembalikan semuanya itu kepada Allah Bapa lewat doa dan ucapan syukur-Nya.
“Kabar tentang Yesus makin jauh tersiar dan datanglah orang banyak berbondong-bondong kepada-Nya untuk mendengar Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka. Tapi Ia mengundurkan diri ke tempat yang sunyi dan berdoa” (ayat 15-16).
Pelajaran penting bagi kita adalah:
1) Bekerjalah bukan untuk dipuji dan disanjung orang banyak, melainkan demi kemuliaan Tuhan. dan kesejahteraan sesama;
2) Jangan terlena dengan sanjungan dan pujian mereka yang bermulut manis demi tujuan yang terselubung;
3) Selalu bersikap rendah hati untuk bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan dan sesama atas semua pencapaianmu.
Kepopuleran sering melambungkan dirimu sampai ke langit, tapi hanya doa yang bisa menurunkan Anda untuk tetap berjalan di atas tanah.
…
Monsignor RD Inno Ngutra

