“Mengubah dunia itu mustahil. Tapi berani berubah cara berpikir untuk memberikan yang terbaik dari hidup kita itu dahsyat.” –Mas Redjo
Kemajuan teknologi digital yang pesat, disadari atau tidak, telah menyeret banyak orang tenggelam ke dalam gemerlap kemudahan, kemalasan, dan kenyamanan. Hal itu yang membuat saya prihatin dan sedih.
Maaf, tidak berarti saya menolak atau anti kemajuan. Tapi bagi saya, perubahan itu harus dicermati dan disikapi dengan bijak agar tidak keliru dalam menerapkannya. Kita jadi ‘mager’ dan dininabobokan oleh kemalasan itu.
Alasanan saya jelas dan tegas: kemajuan teknologi digital itu tidak seharusnya membuat kita lupa diri. Tapi sebaliknya untuk memudahkan kita dalam berinovasi dan berkreasi agar kita makin produktif dalam pengembangan diri dan berkarya.
Saya sadar-sesadarnya, umumnya mereka yang mageran, jika ingin memperoleh suatu hasil itu secara instan, mudah, dan cepat. Mereka juga cenderung minta dilayani.
Saya tidak mau anak-anak mengikuti mereka yang keliru dalam menerapkan kemajuan teknologi digital itu. Saya bersyukur, telah mendisiplinkan kebiasaan hidup baik pada mereka sejak kecil. Karena peduli dan sayang keluarga, saya selalu mengingatkan, jika ada anggotanya yang salah langkah atau keliru, tanpa menghakimi. Tapi dengan menunjukkan kekeliruannya itu untuk diperbaiki.
Semisal anak-anak diledek teman, karena jarang nongkrong bersama, itu bagai katak dalam tempurung, kuper, kampungan, ketinggalan zaman, dan seterusnya.
Saya memberi masukan ke anak, sesekali nongkrong itu boleh, asal tidak kebablasan dan jadi pemalas yang mudah dicekoki kenyamanan, hingga lupa segalanya.
Senantiasa bersyukur, karena anak-anak bertumbuh jadi pribadi yang mandiri dan bertanggung jawab. Mereka memiliki jiwa kepedulian, empati, dan semangat berbagi ikhlas hati.
“Hidup ini adalah perjuangan untuk perubahan yang makin lebih baik,” itu ‘kredo’ yang saya motivasikan pada anak-anak untuk mengelola bakat dan talenta yang dianugerahkan Allah sebagai ungkapan pujian dan syukur kepada-Nya.
Tuhan memberkati.
Mas Redjo

