Allah Bapa mengumpulkan bangsa-bangsa dari segala bahasa untuk melihat kemuliaan-Nya dan memuji-Nya dengan satu suara.
Yesus mengingatkan kami, bahwa keselamatan itu bukan soal banyak atau sedikit orang, melainkan soal keputusan: berjuang sekarang untuk masuk melalui pintu yang sempit sebelum pintu itu tertutup.
Betapa murah hati Engkau, ya Tuhan! Tidak seorang pun Engkau kecualikan; semua diundang ke perjamuan Surgawi. Tapi Engkau memanggil kami untuk menempuh jalan yang sempit: jalan kerendahan hati, ketaatan, dan pertobatan setiap hari.
Sering kali kami meremehkan undangan-Mu, menghadiri Ekaristi dengan asal-asalan, menunda pertobatan, atau merasa cukup ‘dekat’ dengan Gereja tanpa sungguh mengenal Putra-Mu. Ampunilah kami, ya Bapa, atas kesombongan dan kelalaian kami.
Firman-Mu memperingatkan: pintu itu tidak akan terbuka selamanya. Yang terpenting bukan tampilan luar keagamaan, melainkan relasi hidup dengan Yesus, Sang Pintu Sejati. Surat kepada orang Ibrani menguatkan kami, bahwa pencobaan dan didikan adalah tanda kasih-Mu, yang meneguhkan langkah kami di jalan sempit menuju hidup kekal.
Bapa, kami memilih mengikuti Kristus. Lepaskanlah kami dari kesombongan, alasan, dan keterikatan yang membuat kami terlalu ‘gendut dan berat’ untuk masuk pintu sempit itu. Beri kami keberanian untuk bertobat tanpa menunda, menerima didikan-Mu sebagai anak yang Engkau kasihi, dan berjalan setia bersama Yesus. Jangan biarkan kami tertinggal di luar, tapi ajaklah kami duduk di meja perjamuan Kerajaan-Mu, di mana segala bangsa memuliakan kasih setia-Mu untuk selama-lamanya.
Demi Kristus Tuhan kami. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

