Pinjamkan asamu sejenak, jika bisa. Lewat kata, doa, atau tindakan; sekecil dan sesaat apa pun itu.
Di ruang tunggu operasi, dengan alat-alat yang sudah terpasang di tubuh, saya mendengar tangis seorang Ibu dan anaknya. Mereka sendirian; tak ada siapa pun yang menemani si kecil menghadapi meja operasi.
Di tengah perjuangan saya sendiri, saya memutuskan meminjamkan ‘asa’ itu kepada mereka.
“Jangan takut, Nak. Mari kita berbagi doa, ya.”
Hanya itu yang saya punyai. Hanya sesaat, tapi semoga cukup untuk menguatkan hati.
“Adakah ‘asa’ kecil yang bisa kita pinjamkan untuk sesama hari ini?”
Berkah Dalem.
Jlitheng

