RedJoss.com – Maaf! Jangan salah tafsir atau persepsi, agar hidup kita menjadi berkat atau kutuk itu bukan berasal dari Allah, melainkan akibat perbuatan kita sendiri.
Bukan pilihan yang mudah atau sulit, melainkan kita harus menyikapinya dengan bijak dan hati-hati agar kita tidak terpeleset pada kebahagiaan semu.
Lihat, sebaran berita di medsos itu. Apa reaksi kita?
Gegap gempita orang saling mencaci, menghujat, menyerang, menjelekan, dan hal negatif lainnya.
Sekiranya kita tidak mempunyai sikap dan hati-hati dalam memfilter berita itu, kita bakal tergelincir dan hanyut ke pusaran pro kontra yang tidak ada habisnya dan tidak berkesudahan.
Jangan karena rasa setia kawan, solider, senasib sepenanggungan, membela yang dizholimi, dan seterusnya itu kita ganti menyerang seteru lewat medsos. Apa bedanya kita dengan mereka?
Padahal berita itu belum tentu akurat dan benar. Bisa jadi ada orang lain ingin memancing di air keruh. Memanfaatkan situasi untuk mencari keuntungan.
Ketiadaan sikap yang kurang hati-hati dan tidak waspada membuat kita mudah tergelincir, terbawa arus, dan itu meracuni hati sendiri. Lebih suloyo lagi, ketika kita ikut menyebar kebencian, permusuhan, dan dendam lewat medsos berarti kita meracuni orang lain.
“Atau tujuan kita yang sebenarnya dengan menyebarkan kebencian dan permusuhan itu juga ingin mencari follower?”
Disadari atau tidak, dengan membenci dan mengutuk orang lain berarti kita membenci dan mengutuk Allah yang menciptakan-Nya, sekaligus kita mengutuk diri sendiri.
Saatnya mawas diri. Kita sadar diri agar tidak mudah dimanfaatkan oleh orang lain. Ketika orang saling berseteru dan bermusuhan, kita membawa dan menyebarkan hal-hal yang positif dan baik agar suasana adem ayem tetap terjaga.
Tidak ada gunanya kita maladeni orang yang hobi nyinyir, menghasut, menfitnah, atau mengkafirkan saudara yang lain. Lebih bijak kita doakan mereka. Kita mengisi hidup ini dengan hal yang bermanfaat, produktif, dan bermakna bagi sesama.
Hidup ini tidak sebatas baik dan buruk, hitam dan putih, atau benar dan salah. Yang utama adalah relasi yang baik kita dengan Allah dan sesama agar kita hidup saling mengasihi. (MR)
…
Mas Redjo
Tulisan ini pernah ditayangkan di seide.id dengan beberapa pembaruan.

