“How do you keep your peace of mind?”
Jika kita belum selesai dengan diri sendiri, jalan kita tidak mudah untuk mempunyai ‘peace of mind’. Adanya ‘peace of mind’ ini dimaksudkan, bahwa ketiga masa, yaitu masa lalu, sekarang, dan yang akan datang itu tidak meninggalkan ketakutan. Misalnya, ‘accident and tragedies’ yang pernah terjadi, apakah sudah sembuh, atau masih menyisakan trauma?
‘Peace of mind’ itu hanya kita yang harus memperjuangkannya. Ketika kita bisa mengolahnya dengan baik, dampaknya juga langsung dapat dirasakan, yaitu energi dan berpikir positif. Keduanya ini memberikan pengaruh yang signifikan bagi perkembangan hidup kita.
Cara yang paling mudah untuk mendapatkan ‘peace of mind’ adalah mempunyai pengalaman dikasihi. Tentu kita ingat kata-kata Santa Teresa dari Kalkuta, bahwa “Kemiskinan yang paling mengerikan adalah kesepian dan perasaan tidak dicintai.” Ketika kita tidak mempunyai pengalaman dikasihi, hal ini merambat ke mana-mana, salah satunya adalah tidak ada damai di pikiran ini. Yang ada setiap hari adalah ketakutan, kecemasan, keraguan, dan perasaan serba salah. Hidup serasa suntuk dan ngap!
Miliki ‘peace of mind’ dan rasakan dampaknya, ketika memandang orang pun jadi berbeda: Cobalah!
Rm. Petrus Santoso SCJ

