(Membebaskan atau Membelenggu)
Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Pikiran itu awal dari segalanya.”
(Aristoteles)
Secara definitif pikiran (thought) manusia adalah ide atau gagasan serta respons mental (hasil dari pikiran).
Tulisan ini didasari oleh pemikiran filsafati dari filsuf Aristoteles, hal pikiran dan bagaimana sebaiknya manusia itu berpikir.
Beliau bahkan berani berpendapat, bahwa kekuatan terbesar dalam diri seorang manusia adalah kemampuannya untuk beradaptasi dengan suatu perubahan di atas dunia ini. Jadi, jika manusia itu mampu beradaptasi dengan suatu keadaan, hal itu justru karena kekuatan dari daya pikirannya.
Pikiran itu bagai Benih
Diyakini, bahwa pikiran manusia itu adalah sebuah misteri terbesar yang merupakan suatu benih, bertumbuhnya suatu kesadaran positif di dalam diri manusia.
Dia laksana suatu benih yang akan bertumbuh besar, karena ditanam, dipelihara, serta dirawat dengan amat baik oleh manusia. Sehingga proses pertumbuhan itu akan menghasilkan buah-buah yang manis.
Sebaliknya, jika benih itu diabaikan, atau dibiarkan merana, maka benih itu akan segera mati dan tidak menghasilkan buah.
Bukankah sebuah tindakan besar sebagai eja-wantah dari sebuah pikiran besar, justru akan mencapai suatu kehidupan yang positif?
Hidup itu Hasil Pikiran
Orang dapat hidup, bertumbuh, dan ada ternyata juga sangat bergantung pada cara, bagimana dia berpikir. Apakah pikirannya itu justru membelenggu, karena cenderung untuk berpikir secara pesimis; dan atau sebaliknya, pikirannya itu justru membebaskan, karena ia cenderung berpikir secara optimis?
Hanya Menerima Takdir
Dalam hidup ini, ternyata tidak sedikit orang yang hidup dengan cara sekadar menerima atau mengamini suatu keadaan atau nasib. Mengapa? Ternyata pikiran mereka sudah mendahului untuk membelenggu mereka. Artinya, pikiran itu yang telah membelenggu mereka untuk hidup sekadar menerima suatu takdir.
Amanat Akhir
Maka hendaklah di dalam seluruh proses hidup ini, kita membudayakan diri untuk mengawali hidup lewat pikiran yang jernih dan sebuah visi yang jelas serta kuat.
Semoga, pikiran kita ibarat sebuah lampu yang menerangi jalan hidup kita hingga ke titik akhir tujuan hidup!
Kediri, 19 Desember 2024

