Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Mater Dolorosa, Ora pro Nobis“
“Sang Bunda Berduka, Doakanlah Kami”
(Seruan Gereja Semesta)
…
Capita Selecta Pieta
‘Pieta,’ sebuah patung yang mendeskripsikan tubuh Yesus Kristus di dalam pelukan mesra sang Ibu, Bunda Maria setelah penyaliban.
Patung nan unik dan bermakna kesetiaan tiada tara ini, terbuat dari bahan batu marmer karya maestro dunia, Michelangelo (1498-1499).
Pieta di Pojok Sunyi
Di sudut pojok sunyi ada replika pieta simbol Bunda berduka “mater dolorosa.”
Di sana ada timangan paling duka di relung dada Bunda
Bunda membisu sunyi tiada kata
hanya asa agung bernyala di dada duka
Aku ini hamba Tuhan
terjadilah padaku sesuai suka-Mu
Hanya di dada Bunda paling Bundalah sang Putra rela melabuhkan lesu abadi
Oh, mater dolorosa
(Pada Sepotong Catatan)
Potret Simbol Kesetiaan
Inilah sepotong tragedi kemanusiaan yang paling keji kejam yang telah rela dilakoni demi sebuah misi suci. Sungguh, betapa luhur dan mulia peran Bunda menghadapi derita sang Putra. Inilah selembar potret dari sebuah realitas historis keagungan, kesetiaan tiada tara, dan ketabahan hati Bunda.
Seruan Pilu dari Salib
Saya masih teringat, di saat sekarat di atas palang dina papa itu, sang Putra masih sempat berseru, “Ibu, inilah anakmu!”
Makna Sunyi Pieta
Tiada kehangatan yang paling hangat, selain dari pada kehangatan dada Bunda.
Tiada keteduhan yang paling teduh, selain daripada keteduhan bola mata Bunda.
Tiada ketulusan yang paling tulus, selain daripada ketulusan sekeping hati Bunda.
Tiada kegundahan yang paling gundah, selain daripada kegundahan hati Bunda.
Tiada totalitas kasih yang paling kasih, selain daripada indahnya kasih Bunda.
Konklusi
Inilah puncak dari kesetiaan sejati Bunda Maria. Maka, Bunda Maria digelari juga sebagai, “Stabat Mater Dolorosa.” Sang Bunda berduka yang sedang berdiri.
Karena hanya dia seorang sebagai Bunda yang setia untuk berdiri di atas puncak penderitaan sang Putra.
…
Kediri,ย 1ย Novemberย 2024

