Lalu terdengar suara dari dalam awan: “Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia!”
Pada “Pesta Suci Transfigurasi” ini,
kami mengangkat hati kepada Tuhan, takjub oleh misteri Kristus yang menampakkan kemuliaan-Nya. Di hadapan mata manusia, Dia menyingkapkan cahaya Ilahi: wajah-Nya bercahaya laksana matahari, pakaian-Nya berkilau seperti cahaya. Sebuah kilasan kemuliaan abadi yang telah jadi milik-Nya sejak kekal.
Seperti Daniel yang melihat seorang ‘Anak Manusia’ datang bersama awan-awan ke Surga untuk menerima kuasa dan kerajaan. Demikian pula hari ini kami menyaksikan Putra-Mu,
yang kerajaan-Nya tidak berkesudahan, dan kemuliaan-Nya takkan pernah lenyap.
Engkau menyatakan-Nya bukan lewat dongeng indah, melainkan melalui kemuliaan yang nyata, dan sabda kenabian yang bersinar seperti pelita dalam hati kami.
Ya, Allah Bapa, dalam Baptisan, Engkau mengenakan kami pakaian Kristus yang bercahaya, membersihkan kami dari segala dosa, dan menjadikan kami ciptaan baru.
Engkau bersabda atas hidup kami:
“Inilah anak-Ku yang Kukasihi.”
Semoga kami tidak pernah melupakan jubah putih itu, dan sukacita jadi milik-Mu selamanya.
Seperti Petrus, Yakobus, dan Yohanes. Kami juga Engkau undang naik ke gunung, bukan hanya untuk melihat keajaiban, melainkan untuk berdoa, diubah, dan mendengarkan.
Meski kami lelah, mata kami sering berat oleh kantuk kehidupan,
bangunkanlah kami, Tuhan,
oleh cahaya kemuliaan Putra-Mu dan kebenaran sabda-Nya.
Jangan biarkan kami membangun kemah untuk menahan kemuliaan yang sesaat, tapi ajarlah kami tinggal dalam terang yang kekal:
Yesus yang dimuliakan namun selalu hadir dalam Sabda-Mu, Ekaristi, sesama yang miskin, dan dalam keheningan doa maupun badai kehidupan.
Ya, Bapa, suara-Mu masih bergema: “Dengarkanlah Dia.”
Biarlah perintah itu membentuk hari-hari kami. Hidup kami diubah oleh ketaatan,hati kami diterangi oleh harapan, dan jalan kami dibimbing oleh Sang Bintang Timur yang terbit dalam batin.
Sebab suatu hari nanti, seperti janji sabda-Mu, kami akan diubah. Tubuh kami yang fana dimuliakan,
jiwa kami yang terluka disembuhkan, dan kami berdiri di negeri para hidup, di mana Kristus memerintah selamanya.
Sampai saat itu tiba, Tuhan,
dekatkanlah kami selalu dengan Putra-Mu terkasih. Bersinarlah dalam diri kami, melalui hidup kami,
dan buatlah kami bercahaya oleh kemuliaan-Mu. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

