“Bersukacitalah, sebab Allah telah mengangkat hamba-Nya yang rendah hati, memahkotainya dengan kemuliaan di Surga.”
Hari ini Gereja bersukacita merayakan Pesta Santa Perawan Maria diangkat ke Surga, tubuh dan jiwa. Ia adalah Tabut Perjanjian yang baru, yang Allah siapkan untuk mengandung Sang Sabda yang jadi manusia. Di dalam dirinya, kasih dan ketaatan bersatu begitu sempurna, sehingga dosa tak pernah menyentuhnya.
Sejak awal sejarah keselamatan, Allah telah berjanji, bahwa keturunan perempuan akan meremukkan kepala ular. Janji itu digenapi dalam Putra Maria, Yesus Kristus, yang mengalahkan dosa dan maut. Dialah yang bangkit sebagai yang sulung dari antara orang mati, membuka jalan menuju Surga, dan kini memahkotai Bunda-Nya dengan kemuliaan.
Seperti yang dinyatakan dalam penglihatan Yohanes, perempuan berselubungkan Matahari itu jadi tanda pengharapan bagi kami: Allah membela umat-Nya yang lemah dan setia. Pemazmur hari ini mengajak kami untuk memandang kemuliaan Allah dan bersuka bersama mempelai Surgawi-Nya. Melalui Magnificat, Maria mengajarkan, bahwa Allah meninggikan orang yang rendah hati, memuaskan yang lapar, dan menurunkan yang angkuh.
Tuhan Yesus, terima kasih, karena melalui Maria, kami belajar berjalan dalam iman, mendengarkan Roh Kudus, dan mengarahkan hidup kami hanya kepada-Mu. Jauhkanlah kami dari kesombongan karena harta, kuasa, atau kepintaran; ajarilah kami berbelarasa seperti Ibu-Mu yang selalu memperhatikan yang lemah.
Roh Kudus, penuhilah hati kami dengan sukacita Surga, sehingga di tengah peziarahan hidup ini, kami dapat ikut bernyanyi bersama Maria:
“Jiwaku memuliakan Tuhan, sebab Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku. Kuduslah Nama-Nya!”
Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

