Gereja mengangkat tinggi Salib Yesus, tanda keselamatan bagi dunia. Dulu yang tampak sebagai kehinaan dan kematian, kini jadi sumber hidup, rahmat, dan pengampunan.
Seperti umat Israel yang memandang ular tembaga dan memperoleh hidup, demikian pula kami diarahkan untuk menatap Yesus yang ditinggikan di kayu salib. Ia tidak sekadar menyelamatkan kami dari kematian sementara, tapi dari kematian kekal, dengan menyerahkan diri-Nya sampai tuntas.
Pemazmur mengingatkan, bahwa kami sering memberontak dan gagal setia, tapi Allah tetap penuh belas kasih dan sudi mengampuni. Dalam Yesus Kristus, yang rela merendahkan diri-Nya sampai wafat di salib, Allah menunjukkan rencana-Nya yang mulia: cinta yang lebih besar daripada dosa, kehidupan yang lebih kuat daripada maut.
Tuhan Yesus yang tersalib, ajari kami untuk menatap-Mu setiap hari, meski hanya sejenak, agar hati kami diubahkan oleh kasih-Mu. Jadikan kami manusia baru, rendah hati dan setia, sehingga kami berani bersaksi bersama Rasul Paulus: “Aku sekali-kali tidak mau bermegah selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus.”
“Kami bersyukur, ya Allah, karena dengan Salib Suci Putra-Mu Engkau menebus dunia dan membuka jalan ke kehidupan kekal. Demi Kristus, Tuhan dan Juru Selamat kami. Amin.”
…
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

