“Kita tidak akan melangkah ke dalam sungai yang sama.” -Heracleitus
Ungkapan filsuf legendaris ini tidak sekadar kata-kata mutiara biasa. Di pengasingannya, Heracleitus merumuskan sebuah konsep mutlak bernama ‘pantarehi’ yang berarti segalanya mengalir. Coba kita melangkah ke sungai untuk kedua kalinya. Air yang menyentuh kaki kita sudah berganti dengan air yang baru. Bahkan diri ini sudah jadi sosok yang berbeda dibandingkan sedetik sebelumnya.
Lewat konsep ini beliau membuktikan, bahwa satu-satunya hal yang abadi dan pasti di alam semesta ini hanyalah perubahan. Pemikiran gila ribuan tahun lalu ini, sebenarnya mengajarkan kita seni ‘letting go’ atau melepaskan yang paling murni. Seni ini mengajari kita menerima kenyataan, bahwa tidak ada yang permanen dalam hidup ini.
Roda kehidupan terus perputar. Rasa sakit yang kita alami, penderitaan dan masalah yang kita rasakan, kegagalan dan keterpurukan yang terjadi itu akan berlalu seiring berjalannya waktu. Sukses, pencapaian dan kehebatan mudah digapai, tapi yang sulit itu mempertahankannya. Jika saat ini kita masih ada pada fase berat dan sulit ingatlah filosofi air ini. Air tak memilih bentuknya, tapi menyesuaikan ke mana air ditempatkan. Menyesuaikan dan mencari peluang. Tidak mengeluh pada keadaan, tapi beradaptasi dengan keadaan. Itulah kunci mendapatkan berkat Tuhan.
Deo gratias.
Rm RP Rio, Scj

