“Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa” (Mat 9: 13).
Kisah Matius sang pemungut cukai ditampilkan sebagai seorang figur publik, yang dikenal sebagai pendosa. Akan tetapi, Yesus mendatanginya, menyapa, dan memanggilnya untuk jadi seorang murid. Yesus tidak memandang rendah status dan keadaannya sebagai pendosa, tapi melihat keindahan jiwanya yang sedang terbelenggu dosa, sehingga Yesus menariknya ke luar dari dosanya. Yesus berkata, bahwa Ia datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa. Setelah mengalami perjumpaan dengan Yesus, Matius mengalami pertobatan. Dia meninggalkan kebiasaannya yang lama dan jadi manusia baru yang memberi diri secara total bagi pelayanan kerajaan Allah.
Seperti Matius, kita juga dipanggil untuk menghidupi semangat pertobatan yang terungkap dalam tindakan nyata. Tidak cukup hanya membangun komitmen dengan berkata “Saya mau bertobat,” tapi masih malas berdoa. Komitmen yang baik itu harus dibarengi tindakan konkrit: rajin berdoa, membaca Kitab Suci, mengikuti Perayaan Ekaristi, menerima Sakramen Tobat, saling mengampuni dan saling menolong, serta banyak latihan rohani lainnya agar makin mendekatkan kita kepada Tuhan.
Sr. M. Ignatia, P. Karm
Jumat, 04 Juli 2025
Kej 23: 1-4.19; 24: 1-8.62-67 Mzm 106: 1-5 ; Mat 9:9-13
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

