Seorang remaja bertemu Pastor Paroki di halaman Gereja setelah mengikuti misa pagi. Setelah mendengar homili dalam misa itu tentang pertobatan, ia lalu bertanya kepada Imam yang sangat ia kagumi itu. “Berapa banyak kali Tuhan Yesus berbicara tentang pertobatan?” Ia kemudian mendapatkan jawaban, bahwa ajaran dan pembicaraan Tuhan Yesus tentang pertobatan sangat banyak.
Remaja itu kemudian menyimpulkan sendiri yang jadi keyakinannya, “Kalau demikian pertobatan itu harus dilakukan dengan usaha yang sungguh-sungguh dan dengan segala kekuatan yang ada, tidak hanya dari diri sendiri, tapi juga diperlukan bantuan orang lain.”
Pastor memahami, bahwa remaja itu memiliki keyakinan yang benar, maka ia berkata: “Pergi dan wujudkan itu dan kamu akan mendapatkan suatu kehidupan baru.”
Memang sangat benar yang diyakini remaja tersebut. Pertobatan adalah bagian dari misi utama Yesus Kristus. Sebagai suatu tugas yang besar, seruan, dan perintah untuk bertobat sudah disampaikan jauh sebelum Yesus lahir ke dalam dunia, yaitu zaman perjanjian lama. Suara terakhir yang sangat lantang menyerukan pertobatan sebelum Yesus Kristus ialah Yohanes Pembaptis. Yesus sendiri adalah Sabda Hidup yang berbicara sekaligus mengampuni dosa-dosa dan mengaruniakan pertobatan bagi orang agar ia dapat memasuki kehidupan baru.
Tuhan Yesus mewartakan firman-Nya kepada kita, bahwa misi pertobatan yang besar itu akan dituntaskan selama karya publik-Nya di dunia. Bukti penuntasan misi itu ialah penderitaan dan wafat-Nya untuk menyelamatkan dunia dan umat manusia. Tindakan radikal Tuhan Yesus ini dijelaskan secara terbuka, pertama-tama kepada para Rasul yang terpilih. Kedua belas Rasul dan para murid adalah orang-orang pertama yang menerima ajaran besar tentang pertobatan. Di pundak mereka ada misi Apostolik dengan tugas besar untuk pertobatan bagi setiap orang dan semua bangsa.
Gereja kita dalam beberapa tahun terakhir, melalui para Pausnya, mendorong segenap umatnya untuk pertobatan ekologi. Rusaknya bumi sebagai rumah bersama sudah sangat mendesak untuk dirawat dan dipelihara. Misi Apostolik Gereja dengan pesan pertobatan seperti ini mencakup semua tempat dan orang-orang di dunia ini. Gereja Katolik selalu hadir sebagai Nabi yang berbicara dan menyerukan pertobatan, dan suara Gereja selalu menjangkau segenap umat manusia.
Antara pertobatan dan misi Apostolik terdapat suatu kaitan yang tidak bisa dipisahkan. Pertobatan adalah cara kerja dan isi yang dibawa oleh Misi Gereja.
“Ya, Tuhan, berkatilah kami supaya tekun di dalam mengusahakan pertobatan kami. Amin.”
(Verbum Veritatis oleh RP. Komunitas SDB-Salesians of Don Bosco)

