Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Pertanyaan yang tak pernah diajukan ialah pertanyaan yang bersifat tabu.”
(Didaktika Hidup Sosial)
…
| Red-Joss.com | Di dalam hidup dan kehidupan umat manusia, kita tidak luput dari tradisi untuk mengajukan atau menerima pertanyaan, atau juga untuk menjawab sejumlah pertanyaan mendasar.
Adapun jenis-jenis pertanyaan itu sebagai berikut:
- Jenis-jenis pertanyaan yang secara tradisi, biasa diajukan oleh orang dewasa kepada anak-anak kecil.
Semisal:
“Siapakah namamu?”
“Jika kau besar mau menjadi apa?”
- Jenis-jenis pertanyaan yang biasa diajukan kepada kaum remaja dan pemuda.
“Kamu sudah punya pacar atau
belum?”
“Setamat SMA, kamu mau kuliah atau bekerja?”
- Jenis-jenis pertanyaan yang biasa diajukan kepada orang-orang dewasa.
“Kamu sudah memiliki berapa orang anak?”
“Bagaimana dengan pekerjaanmu?”
“Kapan, kamu akan purnabakti?”
Itulah jenis-jenis pertanyaan yang biasa diajukan secara turun temurun kepada kelompok: balita, remaja dan pemuda, serta orang dewasa.
Pernahkan seseorang mengajukan pertanyaan berikut ini: “Kapan kamu akan meninggal?”
Sudah tentu dan pasti, kita pun akan menjawab, bahwa “Belum pernah!”
Kita percaya, sesungguhnya orang tidak akan pernah mengajukan jenis pertanyaan pemali alias tabu.
Secara tradisi, pertanyaan itu dianggap tidak pantas alias pemali.
Bahkan jenis pertanyaan tabu ini, selain dianggap tidak pantas diajukan alias pemali, tidak sopan; namun dapat dianggap sebagai sebuah kutukan.
Di balik itu, bahkan dapat menimbulkan masalah, ialah sikap salah paham antara si penanya dengan si penerima pertanyaan.
Mari kita senantiasa belajar agar dapat memosisikan diri secara tepat, benar, dan cermat dalam mengajukan pertanyaan kepada seseorang.
Apalagi, jika kita akan mengajukan jenis-jenis pertanyaan pemali alias tabu.
…
Kediri,ย 12ย Aprilย 2024

