| Red-Joss.com | Bagi anggapan banyak orang, bank itu tempat uang. Faktanya hal itu tidak seluruhnya benar. Karena saya mempunyai pengalaman pahit dengan suatu bank.
Ceritanya, pagi itu tukang di rumah minta izin untuk pulang kampung, karena Ibunya opname di RS. Ia bermaksud pinjam uang.
Saya minta rekening bank padanya untuk ditransfer oleh anak. Tapi ia tidak mempunyai rekening, sehingga saya harus ke bank dulu.
Saya bersyukur, sesampainya di bank itu tidak ada antrian di teller. Ternyata, saya harus kecewa. Di bank belum ada uang dari nasabah yang setor, dan kasnya kosong. Karena kemarin uang bank telah disetor ke pusat.
Oleh teller, saya diminta transfer atau pemindah-bukuan. Saya terus terang, karena tukang minta tunai, sebab tidak mempunyai rekening. Teller itu menyarankan pada saya untuk telepon dulu, jika hendak mengambil uang atau ke cabang lain. Padahal uang yang hendak saya ambil tidak banyak, 25 juta.
Tidak puas dengan pelayanan teller, saya menemui kabag bank untuk urun saran. Seandainya orangtua yang hendak mengambil uang itu gaptek dan terburu-buru, sehingga tidak mungkin menunggui setoran nasabah atau pergi ke kantor cabang lain. Alangkah bijak, jika di bank itu mempunyai persediaan uang agar tidak merepotkan atau mempersulit nasabah mengambil uangnya sendiri.
Hikmat dari peristiwa pahit itu adalah saya bersyukur, karena ke bank diantar oleh tukang saya naik motor. Sehingga ia mengetahui kebenarannya.
Mau tidak mau, saya harus pergi ke kantor cabang lain atau ATM bersama yang terdekat.
Sabar itu subur.
…
Mas Redjo

