“Ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan” (Luk 2: 22).
Yosef dan Maria adalah orang yang sangat saleh dalam penghayatan hidup keagamaan. Mereka sangat menaati hukum Tuhan. Mereka dengan rela mempersembahkan anak sulung mereka kepada Allah sesuai hukum Taurat. Penyerahan ini merupakan penyerahan kepada kehendak Allah, supaya anak ini bertumbuh sesuai dengan kehendak Allah. Penyerahan Yesus oleh Maria dan Yosef merupakan ungkapan kesadaran, bahwa mereka tidak sanggup sendirian untuk membesarkan Yesus.
Hal ini jadi teladan bagi kita untuk senantiasa mempersembahkan yang kita miliki kepada Allah, termasuk diri sendiri. Penyerahan kepada Allah berarti kita tidak mengandalkan diri sendiri. Kita menyadari, bahwa kita tidak mampu berjuang seorang diri, maka kita membutuhkan uluran tangan Allah.
Penyerahan diri juga berarti keterbukaan hati kepada Allah untuk turut campur tangan dalam mengelola kehidupan kita untuk jadi lebih baik. Kita ini lemah dan harus menyadari hal ini, sehingga kita senantiasa menghadirkan Allah di dalam diri ini, di tengah-tengah keluarga, dalam lingkungan, dan di tempat kita bekerja.
…
Fr. Dionysius, CSE
Minggu, 02 Februari 2025
Mal 3: 1-4 Mzm 24: 7-10 Ibr 2: 14-18 Luk 2: 22-40 (Luk 2: 22-32)
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
http://www.renunganpkarmcse.com

