| Red-Joss.com | Karena tertarik topik korupsi, saya membeli sebuah buku karangan B. Herry Priyono berjudul “Korupsi: melacak arti, meyimak implikasi.”
Beliau adalah seorang Rohaniwan yang mendalami doktoratnya mengenai Filsafat Ekonomi di Inggris dan memiliki kepedulian besar pada masalah sosial.
Dalam beberapa wawancara singkat, Romo Herry memberikan gambaran, bahwa negara-negara maju memerlukan waktu 200an tahun sampai mereka memiliki budaya anti korupsi. Sehingga entah berapa lama waktu yang diperlukan bangsa kita, sehingga memiliki budaya itu. “Tapi kita harus segera memulainya,” kata beliau.
Buku setebal 350 halaman yang baru saya baca sampai halaman 35 itu akhirnya kututup. Rasanya lelah berlari dari satu istilah ke istilah lain, dari satu definisi ke definisi lain, dan dari satu cerita sejarah bangsa ke sejarah bangsa lain dengan begitu banyak latar belakang dan informasi yang sangat detail.
Rasanya secara cepat saya ingin mengetahui, bagaimana agar manusia terlepas dari godaan untuk mengambil sesuatu yang bukan miliknya dan dapat menghancurkan cita-cita terwujudnya kesejahteraan bersama.
Pernah dalam suatu obrolan dengan (alm) Bapak, beliau bercerita tentang hidup sejati yang dipersembahan kepada Tuhan, yakni sepanjang hidup kita di dunia ini. Intinya, hidup untuk memuliakan Tuhan.
Dengan senantiasa sadar, bahwa hidup adalah persembahan yang kita haturkan kepada Tuhan. Tujuannya agar kita sematkan segala hal yang baik dalam menjalani hidup yang pantas dan layak di hadapan Allah agar berkenan di hati-Nya.
Bagi saya yang berpikir sederhana, rasanya pesan itu lebih mudah untuk dimengerti. Pesan itu menjadi bel pengingat, ketika keinginan akan sesuatu yang berlebihan itu ditawarkan dan hadir dalam kehidupan kita agar tidak lekat harta duniawi.
Meskipun kita kerap terlupa oleh kepenatan hidup keseharian, kita diajak untuk melihat tujuan hidup ini saat menghadap kepada-Nya.
“Hidup kita adalah persembahan bagi kemuliaan Tuhan,” demikian Bapak berpesan.
Ketika hidup ini diorientasikan untuk mengabdi dan melayani Tuhan, hati kita dilimpahi damai sehahtera dan bahagia.
…
Herry Wibowo

