Luk 2: 36-40
Bapa Surgawi, Injil hari ini menyimpulkan kisah Lukas tentang persembahan Yesus di Bait Allah, suatu momen yang sangat penting. Bait Allah adalah tempat suci tempat keilahian dan kemanusiaan bersatu, tempat kami ditarik kembali ke dalam keharmonisan dengan-Mu.
Kisah persembahan itu sungguh menakjubkan. Putra-Mu, Sang Pencipta alam semesta, datang ke Bait Allah-Nya bukan dalam kekuasaan, melainkan dalam kerendahan hati, sebagai bayi kecil yang tidak berdaya. Dalam tindakan ini, manusia didamaikan dengan keilahian, dan Putra-Mu dipersembahkan kepada-Mu sebagai kurban yang sempurna. Inilah hakikat penyembahan sejati, dan melalui itu, Engkau mulai memulihkan umat manusia.
Maria dan Yusuf, dalam ketaatan dan iman mereka, pergi ke Bait Allah untuk memenuhi Hukum Musa, mempersembahkan Yesus dan menyampaikan ucapan syukur. Tindakan ini mengingatkan kami pada Ekaristi, sumber dan puncak kehidupan Kristen. Dalam Misa, kami terus mengalami persembahan ini, tempat kami mengucap syukur dan mengalami kuasa penyelamatan salib, yang hadir di sini dan kini.
Di Bait Allah, mereka bertemu dengan Hana, seorang nabiah yang penyembahannya teguh dan imannya yang tidak tergoyahkan telah mengilhami kita. Siang dan malam, ia tetap berada di hadirat-Mu, menanti dengan penuh harapan akan penebusan umat-Mu. Ketika ia melihat Yesus, ia mengucap syukur dan dengan sukacita mewartakan kabar baik kepada semua orang yang merindukan keselamatan.
Bapa, seperti Hana, bantulah kami untuk bertekun dalam iman, tetap teguh dalam pengharapan, dan mewartakan kabar baik dengan sukacita. Kehidupannya yang penuh doa dan penyembahan itu mendorong kami untuk senantiasa mencari-Mu, bahkan di tengah penantian dan pencobaan.
Momen ini juga mengarahkan kami kepada klimaks misi Putra-Mu. Ketika Ia bertumbuh, Ia akan kembali ke Bait Allah untuk menghakiminya dan menyatakan diri-Nya sebagai Bait Allah yang sejati.
Di kayu salib, Ia mempersembahkan kurban Bait Allah yang utama, nyawa-Nya sendiri untuk keselamatan semua orang. Dalam tindakan penyembahan yang tertinggi itu, Ia mendamaikan kami dengan-Mu dan memungkinkan kami untuk ambil bagian dalam kehidupan Ilahi-Mu.
Bapa, kami bersyukur kepada-Mu atas kehadiran Putra-Mu yang menyelamatkan. Dalam Yesus, kami melihat kedalaman kasih dan belas kasihan-Mu. Bantulah kami untuk bertumbuh dalam rasa kagum dan syukur atas kasih ini, untuk memusatkan hidup kami kepada-Nya, dan untuk menyampaikan kabar baik kepada orang lain dengan keberanian dan sukacita. Semoga hati kami, seperti hati Anna, dipenuhi dengan rasa syukur dan pengabdian yang teguh.
Bapa, kami percaya kepada-Mu. Kuatkan iman kami dan bimbing kami dalam terang-Mu. Semoga kami hidup sebagai saksi Putra-Mu, yang mencerminkan kasih dan kerahiman-Mu kepada semua orang yang kami temui. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.
…
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA).

